Exit Jangan Lupa Klik Like Ya

Cerita Tante Pesta Seks Di Rumah


Cerita Tante Pesta Seks Di Rumah . Cerita Pesta Seks Berikut ini akan mengisahkan cerita seru untuk 17 Tahun keatas yang berjudul Pesta Seks Di Rumah . Silahkan simak cerita panas dibawah.Sejak peristiwa itu, aku merasa agak bersalah kepada pacarku, yangjustru terhadapnya aku belum pernah berhubungan sex. Paling-palinghanya sebatas saling menjilat kemaluan sampai kami sama-sama klimaks.
Pagi itu, aku lupa hari apa, aku masih tertidur di ranjangku, yangkebetulan sekamar dengan orang tuaku. Kata orang tuaku sich, kami tidurseranjang untuk menghemat biaya AC yang cukup mahal itu. Saat itu akumemakai baju tidur satin warna pink yang tidak berlengan. Di dalamnyahanya mengenakan celana dalam warna kuning yang mini, sehingga kalauada pria yang melihat pasti akan terangsang melihatnya.

Hari itu, mama dan papaku kembali sedang pergi ke Jakarta. Sedangciciku sudah ke kantornya. Memang sudah kebiasaan di rumahku, jika adaorang di rumah, pintu depan tidak pernah terkunci, hanya dirapatkansaja.
Pagi itu, aku tidak tahu bahwa mamaku memanggil tetanggaku Bennyyang tukang servis AC itu, untuk menservis AC di rumah. Benny adalahseorang cowok chinese yang wajahnya jauh dari tampan. Rambutnya agakbotak. Tubuhnya tinggi. Usianya tak jauh beda dari ciciku. Katanya sichdia pernah naksir aku.
Pagi itu, sekitar jam 8, Benny datang ke rumahku membawa peralatanhendak menservis AC. Dia mengetuk pintu namun tak ada jawaban karenaaku masih pulas tidur di kamar. Maka dia memberanikan diri, karenasudah kenal, masuk ke rumah.
Waktu dia mendekati kamarku, rupanya mamaku lupa merapatkan pintukamar, hingga agak terbuka sedikit. Benny tanpa kusadari membuka pintuitu pelan-pelan. Aku saat itu sedang tertidur pulas tanpa ditutupiselimut. Baju tidurku juga sudah tersingkap sampai di pusar, sehinggacelana dalamku yang berwarna kuning menyala itu terpampang bebas dihadapan Benny.
Aku merasa ada tangan yang meraba-raba pahaku. Namun aku saat itusedang memimpikan bersetubuh dengan pacarku. Saat tangan itumembelai-belai selangkanganku yang masih tertutup CD itu, aku merasabahwa itu adalah jilatan-jilatan dari pacarku.
Kurasakan tangan itu semakin berani merabai tubuhku. Diselipkanjarinya dibalik Cdku yang sudah mulai basah itu. Diraba-rabanya bibirvaginaku dari luar.
Tiba-tiba di halaman belakang ada suara genteng jatuh sehingga akuterkaget dan terbangun. Lebih kaget lagi saat kulihat Benny sedangmempermainkan vaginaku dengan jari-jarinya sambil cengegesan.
“Pagi Dya, sorry gua masuk tanpa permisi, abis ngga ada yang bukainpintu. Pas gua masuk eh gua liat lu lagi bobo dengan baju seksi gini.”“Gua ngga tahan kalo liat lu begini”
Aku berusaha menolak Benny, tapi tangannya kuat mencengkeram bahukusambil jari tangan yang satunya sibuk mengorek-ngorek isi vaginaku daribalik Cdku yang sudah basah itu.
Aku merasakan geli yang amat sangat, namun aku juga tak begitu rela disetubuhi oleh si Bandot ini.
“Sudah Ben.. gua ngga tahan nich.. entar ketahuan orang ngga enak ”kataku sambil berusaha memegang tangannya. Namun dia tetap bertahan“Tenang aja Dya, bentar lagi pasti enak koq.. Ayo lah.. kita kan udahkenal lama, sekali-sekali kasih donk gua kesempatan..” kata Bennysambil terus mengorek-ngorek vaginaku.
Tak lama kemudian aku merasakan akan orgasme, sehingga pahakumenjepit kuat tangan Benny yang ada di selankanganku. Kira-kira 5 menitkemudian aku merasakan ada cairan yang keluar deras dari vaginaku. Akujadi lemas karenanya dan telentang tak berdaya, pasrah membiarkan apayang akan dilakukan Benny.
Benny kemudian menaikkan dasterku ke atas hingga lewat kepala danmembuangnya entah kemana. Dia tersenyum mesum melihat payudaraku yangterpampang bebas dengan putingnya yang merah kecoklatan itu.
Dia segera mengenyot payudara kananku, sambil lidahnya bermain-maindi atas putingku. Tangan kanannya perlahan-lahan merosot Cdku

hinggabugil. Kemudian jari-jarinya kembali ditusuk-tusukkan ke dalam vaginakuyang sudah becek itu. Mulutnya berganti-ganti mengenyot keduapayudaraku.
Aku yang sudah terangsang itu tak sadar mulai mengelus-elus kepalaBenny yang botak itu seperti kekasihku. Padahal sebelumnya aku samasekali tak kepengen disentuh Benny. Namun Benny sungguh sangat pandaimenaikkan nafsuku.
Kemudian Benny melepas seluruh pakaiannya hingga terlihatlahkontolnya yang berukuran sekitar 18 cm dengan diameter 4 cm itu. Diamenyuruhku untuk menjilatnya.
Mulanya aku menolak karena kontol itu agak bau, namun diamenjejalkan kontolnya ke mulutku hingga aku mulai mengemutnya. Kepalakudigerakkannya maju mundur seperti sedang dientot oleh kontolnya.
Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara. “Wah, lagi apa nich.. lagi asikya.. ikutan donk..” Kami berdua menoleh. Rupanya Bang Man, sopirtetanggaku masuk ke dalam rumahku yang tak terkunci itu. “Sorry non,tadinya mau minjem tangga, eh ternyata lagi pada asyik..” Kata Bang Man.
Aku merasa kepalang basah, maka mendiamkan saja keadaanku yangsedang bugil bersama Benny. Kulihat Bang Man segera melepas celanapanjang dan Cdnya. Kontol Bang Man sedikit lebih panjang dari Bennytapi lebih kurus. Selain itu warnanya juga hitam.
Kini kedua pria itu mendekatkan kontol mereka ke bibirku. Sambilterus mengocok kontol Benny yang sudah tegang itu, kontol Bang Man yangmasih lemas itu mulai kujilat-jilat. Perlahan tapi pasti kontol itumulai menegang, hingga akhirnya sama tegangnya seperti kontol Benny.
“Bang, aku udah ngga tahan.. langsung masukin aja ya.. Ben, elu masukin dari bawah aja dech..” kataku kepada keduanya.
Benny kemudian menelentang hingga kontolnya mengacung tegak ke atas.Perlahan aku naik ke atas tubuh Benny dan memasukkan kontolnya kevaginaku.
Mula-mula agak sakit, namun Benny menghentakkan tubuhnya ke atashingga bless.. Kontolnya langsung masuk ke dalam lubang memekku.
Aku perlahan-lahan mulai menaik turunkan tubuhku. Tak terlalu susahkarena vaginaku sudah basah. Aku merasakan kegelian yang amat sangatsaat kontol Benny keluar masuk tubuhku.
Tiba-tiba Bang Man memaksaku agak menelungkup. Kemudian.. bless..Kurasakan kontolnya yang panjang itu menyodok lubang pantatku hinggaaku agak terdongak ke atas. Bang Man segera menjambak rambutku danmenjadikannya sebagai pegangan.
Aku semakin kegelian karena payudaraku yang tergantung bebas itudijilat-jilat Benny dari bawah. Sungguh sensasi yang luar biasa. SaatBang Man menyodokkan kontolnya, saat itu pula kontol Benny tertanammakin dalam ke liang vaginaku. Aku sampai dibuat orgasme 2 kali.
15 menit kemudian mereka berganti posisi. Benny masih menelentang,namun dia mendapat jatah lubang duburku. Sementara itu dari depan, BangMan menyodokkan batangnya kedalam vaginaku yang sudah becek. Bang Manmenggenjot kontolnya maju mundur dengan cepat sambil tangannyaberebutan dengan tangan Benny meremasi payudaraku.
Aku dibuat menggelinjang kesana kemari oleh terjangan dua cowok ini,hingga akhirnya aku tak tahan dan orgasme untuk entah yang keberapa.
Tak berapa lama kurasakan kontol Benny berdenyut-denyut, dan diamencengkeram keras payudaraku. Dia kemudian menyemprotkan spermanyabanyak sekali di dalam duburku.
Rupanya Bang Man masih perkasa. Tanpa mempedulikanku yang kecapean,dia segera memangkuku, sambil kontolnya naik turun menusuk vaginaku.Bibirnya yang hitam itu sibuk mengenyot-ngenyot puting susuku hinggaaku kegelian.
Akhirnya aku kepengen orgasme lagi. ” Bang.. aku mau keluar lagi..” “Tahan non, abang juga dah mau nyampe.. barengan aja ”
Akhirnya kurasakan aku mulai mengejang, Bang Manpun juga demikian.Akhirnya pertahananku jebol. Dari vaginaku keluar cairan banyak sekali.Tak lama kurasakan Bang Man juga menyemprotkan banyak sekali airmaninya ke dalam vaginaku.
Kami berdua kecapean hingga telentang di ranjang. Rupanya Bennysudah bangkit lagi. Hingga tanpa memberiku waktu istirahat, dia segeramenancap vaginaku.
Hari itu, kami bertiga bermain sex sampai kira-kira hampir sore. Akumerasa sangat kelelahan sekali, namun juga sekaligus puas sekali. Iniadalah pengalamanku yang sangat hebat.
“Nadya, elu sungguh hebat, kapan-kapan kita main lagi ya” kata Bennysebelum pulang sambil menciumku. Dalam hati aku hanya bisa mendongkol.Enakan di dia, ngga enak di guanya, gerutuku dalam hati.

- TAMAT -

0 komentar:

Posting Komentar


BAGAIMANA SOB KOMENTARNYA ... ?